Sabtu, 15 Juni 2013

Walau aku hanyalah 'sekedar'

Untukmu yang selalu datang dan pergi sesuka hati :'
Aku tau,
Aku hanyalah 'sekedar' penghapus air matamu kala kau sedih

'Sekedar' teman cerita kala kau tersakiti
'Sekedar' teman chat kala kau kesepian
'Sekedar' pengisi waktu senggang kala kau di khianati
'Sekedar' tempat kau curahkan amarah kala kau kecewa
Kala seisi dunia ini memandangmu dengan sebelah mata

'Sekedar' sasaran tuk luapkan emosi
'Sekedar' penghibur saat semua tak lagi memedulikanmu
'Sekedar' tempat bersinggah saat kekasihmu hanya bisa memberi luka
Kala semua asa tak jua terpenuhi
Yaa, meskipun begitu aku (masih) tetap berdiri tegap dan setia disini untukmu
Walau kenyataanya? 
Semua memang begitu menyakitkan
Yaa, aku senang meskipun hanya menjadi seseorang yang 'sekedar' bagimu
Karena aku tau,

Seorang yang berharga dan benar-benar istimewa adalah...
Seseorang yang ada kala kita terjatuh dan semua menjauh
Terimakasih..
Terimakasih, untuk 'Sekedar' mu untuk ku...


                                                                                    EdtRep: Anggita Anggraini

Rabu, 22 Mei 2013

Ragil Termuda Gabung 1,000 Points Club Gusur Rekor Bima Rizky

 



 
 
 
nblindonesia.com - 04/04/2013

STATUS pemain termuda yang sanggup menembus seribu poin lebih di NBL Indonesia kini disandang Respati Ragil Pamungkas. Guard Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga ini berhasil membukukan poin keseribunya saat timnya menghadapi CLS Knights Surabaya dalam Speedy NBL Indonesia 2012-2013 Seri V Bali di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Kamis (4/4).
Saat membukukan poin keseribu, Ragil tepat berusia 22 tahun lewat 1 hari. Momen bersejarah itu terjadi dari garis free throw, saat kuarter ketiga tersisa 3 menit lewat 20 detik. Usai gagal pada percobaan pertama, Ragil akhirnya berhasil menceploskan bola pada kesempatan kedua.
Ragil menjadi pemain ketujuh yang bergabung sebagai anggota 1,000 Points Club. Menyusul Merio Ferdiansyah (Stadium Jakarta), Yanuar Dwi Priasmoro (Bimasakti Nikko Steel Malang), Faisal Julius Achmad (Satria Muda BritAma Jakarta), Bima Rizky Ardiansyah (Bimasakti Nikko Steel Malang), Ary Chandra (Pelita Jaya Energi-MP Jakarta), dan Xaverius Prawiro (Dell Aspac Jakarta).
Dengan usia 22 tahun lewat 1 hari, Ragil merebut status pemain termuda menembus seribu poin dari tangan Bima Rizky Ardiansyah (Bimasakti Nikko Steel Malang). Bima meraihnya saat dia berusia 22 tahun 262 hari.
Butuh tambahan 18 angka untuk mencapai poin keseribu, Ragil  menutup laga melawan CLS Knights dengan donasi 21 poin. Kini, Ragil mengemas total 1.003 poin selama 2,5 musim berkiprah di NBL Indonesia. Seluruh poin itu dikumpulkannya dari semua laga NBL Indonesia, mulai Preseason, Regular Season, hingga Championship Series.
”Saya persembahkan kemenangan ini untuk keluarga yang selalu mendukung karir saya. Walau tak bisa hadir langsung di lapangan, mereka selalu memberi dukungan dengan nonton bareng setiap pertandingan saya lewat live streaming (livestreaming.nblindonesia.com),” ungkap jebolan DBL All-Star 2008 ini.(*)

Senin, 15 April 2013

Tentang Memaafkan


Memaafkan segala kesalahan seseorang yang pernah membuat kita benar2 terluka itu tidak semudah menelan ludah! 
Ada sakit yang mendalam ada luka yang ditorehkan. Dengan gampang berkata maaf? Bagaimana dengan perasaan ini?
'Allah saja slalu memaafkan umatnya' (?) pahami bahwa kita manusia bukan Allah. Tolong bedakan!
Ada proses dalam memaafkan kesalahan orang lain. Dan itu tidak mudah!

    Kamis, 14 Maret 2013

    Knowing


     Air mata menjadi bukti bahwa hati

    tak selamanya mampu

    menampung segala sakit

    dan kepedihan yang diderita...

    :')

    Minggu, 10 Maret 2013

    Oh kamu..


    Lama memang kita bersama. Sakit memang bila mengingat semua. Kenangan yang memang harus kutinggalkan. Tanpa harus ada dendam yang mendalam. Dulu memang kita saling mencinta dan memadu rasa. Merasa dunia milik berdua. Saling berbagi disetiap kesinambungan. Saling mengerti disetiap waktu. Saling melengkapi sesama dua insan yang memadu kasih. Tapi itu DULU, saat kamu masih bersamaku. 

    Namun semua telah usai. Telah sirna seakan hilang ditelan waktu. Aku tak pernah tau tentang dirimu lagi.Mungkin begitu pula dirimu disana. Kini semua telah berlalu. Semua tak bisa terjadi lagi.

    Oh kamu, jangan membenci diriku, jangan melupakanku. Biarlah ini berjalan sebagaimana mestinya. Tak usah kamu lupakan, agar kamu tak sulit mengenang dan biarlah memang ini sudah kenyataan.Oh kamu, maafkanlah aku bila dulu pernah menyakitimu. Oh kamu, terimakasih untuk semua, telah memberi pengalaman bagiku yang membuatku hidupku lebih bermakna dan berwarna.

    Setidaknya, dirimu pernah ada di dalam hidupku. Mencintaiku, menyanyangiku, menjagaku, menemaniku disetiap waktu....



    Rabu, 27 Februari 2013

    Terdiam membisu!

    Apakah ragaku ini hanya terpaku olehmu?
    Apakah di pikiranku hanya terhipnotis oleh bayangan-bayangan sosokmu?
    Sementara kenyataan yang aku alami benar-benar berbeda
    Saat pantulan cermin menyeruakkan bahwa kau tak hadir untukku?
    Saat tak ada satu pun titik diriku di dalam pikiranmu?
    Saat tak ada satu pun potongan perasaanmu menjadi takdir yang indah didalam hidupku?

    Mengapa? Mengapa sosokmu selalu muncul ketika aku memejamkan mata? Selalu hadir disetiap relung jiwaku? Padahal kenyataan yang kau berikan benar-benar menyakitkan! 

    Aku hanya pembawa butiran rindu!
    Pembawa butiran rindu yang tak bisa merapihkannya pada bentuk semula
    Menjadi butiran-butiran lusuh yang tak berguna
    Aku hanya bagian dari sebongkah kerapuhan!
    Kerapuhan yang terjadi karna ulahmu
    Kerapuhan yang tak pernah melihatkan betapa lemahnya sosok diriku?
    Aku hanya bisa terdiam. Terdiam menyimpan sesuatu
    Yang suatu saat akan meledak di batas waktu
    Dan aku hanya mengharapkan obat ampuh!
    Iya, obat ampuh yang ternyata ada pada sosokmu
    Dari lapisan hatimu..

    Bastian Bintang Simbolon♥








    Template by:

    Free Blog Templates